-->

Dasar Pelit! Prabowo-Sandi Gak Mau Bayari Denda Overstay Rizieq

Ternyata, selama ini Rizieq bukannya gak mau pulang ke tanah air. Dan do’i dipastikan juga tidak mau jadi Bang Toyib selamanya. Namun, ada sesuatu hal yang menjadi penghalangnya untuk back to home tersebut, yakni ketiadaan uang untuk membayar denda overstay.

Sebagaimana yang disampaikan oleh Dubes RI untuk Arab Saudi, Agus Maftuh bahwa untuk bisa pulang ke tanah air, Bang Toyib mesti merogoh kocek yang cukup besar, yakni Rp 110 juta. Artinya, jika do’i bersama 4 anggota keluarganya tinggal di sana, maka jumlah denda yang harus dibayarkan sebesar Rp 550 juta.


Itu, belum lagi ongkos kepulangannya ke tanah air, karena batal dijemput pakai pesawat pribadi.

Jika ongkos dari Arab Saudi ke tanah air Rp 8 juta, berarti uang yang dikeluarkan Rizieq mesti ditambah Rp 40 juta. Plus uang makan dan untuk beli oleh-oleh.

Sedangkan, kita tahu sendiri bahwa Bang Toyib di sana adalah pengangguran. Tidak pernah dapat order demo. Karena di Arab Saudi sangat-sangat jarang masyarakatnya yang doyan demo seperti FPI.

Memang sih, saat masa kampanye Pilpres 2019 yang lalu, ada pihak-pihak tertentu yang membiayai hidup Bang Toyib selama masa pelariannya. Tapi sekarang, Pilpres sudah usai, dan capres yang didukungnya pun sudah dinyatakan kalah, baik itu oleh KPU maupun MK.

Jadi, menurut hemat penulis sih, bantuan biaya hidup selama ia tinggal di Arab Saudi, yang ia dapatkan, akan berbeda jauh dengan jumlahnya saat masa kampanye dulu.

Lucunya, Rizieq yang kabur ke Arab Saudi, hingga overstay. Dia yang mendukung Prabowo, serta kerab kali mengkampanyekan Capres Paslon 02 tersebut, tapi denda overstay-nya malah mau dibebankan kepada Presiden Jokowi yang notabene lawan politik Prabowo di Pilpres 2019.

Tentu, wacana memalukan dan tidak tahu diri itu banyak ditolak oleh netizen. Karena mereka membayar pajak bukan untuk membiayai kepulangan Bang Toyib, melainkan untuk membangun Indonesia yang lebih baik.

”Bikin ribet aja orng2 ini ya, klo mau galang dana ya silahkan. gak ada yg larang kok, emang pemerintah yg wajib byr? ngareeep ni yeee !!!”, cuit @1000_ligir

“Gue sih gak rela uang pembayaran pajak gue ke pemerintah di pergunakan untuk hal2x yang gak ada gunanya”, cuit @andharadian

“Kenapa harus Pemerintah yg bayar ?? Logikanya kalo pemerintah yang bayar kan uang rakyat, enak banget uang rakyat di buat liburan di Arab”, cuit @romyhawkins

Kampret mah gitu, ntr kl dibayarin bukannya makasih malah bilang ‘kan sudah kewajiban pemerintah’ tp kl ga dibayarin bilangnya ‘rezim bidab’ Orang gila mah bebaaaazz, cuit @Nerissa_Kusuma

Jika Jokowi (orang yang pernah dimaki oleh Rizieq), tidak mau membayar denda overstay Bang Toyib tersebut, maka FPI mengancam akan menggalang dana sendiri.

"Overstay itu kan bukan kesalahan Habib Rizieq karena habisnya visa Habib itu kan 20 Juli 2018. Sebelum tanggal 20 Juli 2018, Habib Rizieq sudah mencoba untuk keluar dari Saudi supaya visanya masih bisa berlaku," ujar pengacara Bang Toyib, Sugito Atmo Prawiro, (12/07).

Sugito mengatakan, Imam Besar FPI itu sudah berupaya untuk bisa keluar dari Arab Saudi beberapa kali. Namun, ia menuding pemerintah Indonesia meminta agar imigrasi Arab Saudi mencekal Bang Toyib itu. Hingga harus membayar denda ratusan juga rupiah.

Karena itu menurutnya, pemerintah-lah yang seharusnya bertanggung jawab membayar denda overstay Rizieq. Kwkwkwk

Jika pemerintah tidak mau membayar denda itu, Sugito mengatakan, FPI siap melakukan kegiatan galang dana untuk membantu pembayaran denda overstay Bang Toyib.

"Kalau memang pemerintah tidak bersedia membayar, kami akan konsolidasi umat untuk iuran membantu membayar overstay tersebut," jelasnya.

"Saya akan cobalah untuk konsolidasi umatlah supaya bisa menyelesaikan pembayaran itu. Karena kan kalau Rp 110 juta terus berbagai macam komponen keanggotaan di FPI InsyaAllah saling bisa membantu untuk menyelesaikan itu," lanjut Sugito.

Pertanyaannya, kenapa sih FPI harus bela-balain ngemis ke pemerintah untuk memulangkan Rizieq? Bukankah di Pilpres 2019 ini, Bang Toyib adalah pendukung Prabowo-Sandi?

Seharusnya, Paslon 02 itu dong yang membayar denda overstay Rizieq. Bukan malah membebankannya kepada pemerintah. Lagian pula Prabowo-Sandi tajir. Tidak terlalu menguras koceknya jika hanya mengeluarkan uang Rp. 550 juta.

Inilah bukti kalau Prabowo-Sandi dkk hanya mau memanfaatkan keringat dan pengaruh Rizieq saja. Sedangkan, saat dia mendapat masalah, Prabowo tidak mau membantunya secara total.

Terbukti, dari usaha Gerindra yang mengalihkan tanggung jawab masalah itu ke pemerintah.

Sumber :

    https://seword.com/umum/dasar-pelit-prabowosandi-gak-mau-bayari-denda-overstay-rizieq-KgaOxcjMxk

    Image : https://keepo.me/news/

0 Response to "Dasar Pelit! Prabowo-Sandi Gak Mau Bayari Denda Overstay Rizieq"

Post a Comment

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel